24 Tahun Pembunuhan Udin

Merawat memori kolektif publik

IndonesiaPENA Project I

24 TAHUN KASUS PEMBUNUHAN UDIN

Inilah rekaman digital perjalanan 24 tahun kasus kekerasan terhadap jurnalis yang paling menyita perhatian publik di Indonesia: pembunuhan jurnalis harian BERNAS Yogyakarta, Fuad Muhammad Syafruddin (Udin). Tanggal 16 Agustus 1996 Udin meninggal pasca mengalami penganiyaaan sekelompok orang tak dikenal di rumahnya, di Dusun Samalo, Trirenggo, Bantul, DIY. Jurnalis, aktifis sosial dan masyarakat luas meyakini Udin dibunuh karena karya jurnalistiknya yang kritis, membongkar praktek korupsi pejabat pemerintah Kab. Bantul. Hingga tahun 2020, Kepolisian Indonesia tidak berhasil menemukan pelaku utamanya, meski terjadi reformasi politik pada tahun 1998.

Pengusutan kasus Udin telah melibatkan Markas Besar Kepolisian Indonesia, Komisi Nasional HAM, Komisi Ombudsman Nasional, Aliansi Jurnalis Independen, Persatuan Wartawan Indonesia, Dewan Pers, International Federation of Journalist, SEAPA, Badan HAM PBB, dll. Kasus Udin yang tak kunjung tuntas pertanda buruk lemahnya perlindungan jurnalis di Indonesia, dan menjadi kasus kekerasan terpanjang yang tidak selesai hingga 2020. Selain penyelesaian secara hukum, gerakan sosial advokasi kasus Udin melibatkan komunitas yang sangat luas, lintas disiplin, lintas negara dan melahirkan banyak publikasi yang menunjukkan tingginya atensi publik atas kasus ini.

...

Rekaman digital ini merupakan inisiatif Digital Humanities pertama untuk merawat memori kolektif publik atas karya jurnalisme, advokasi sosial dan riset ilmiah untuk isu-isu kebebasan pers dan berekspressi di Indonesia. Inisiatif ini berada di bawah payung proyek kolaborasi bertajuk: IndonesiaPENA (Public Service News Archive), dan melibatkan tim lintas disiplin dan profesi, yaitu pengajar/peneliti di Jurusan Ilmu Komunikasi dan Jurusan Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia, Rumah Perubahan Lembaga Penyiaran Publik, Seniman Kontemporer, Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta, dan Jurnalis Majalah Tempo. Sumber data kasus Udin terdiri dari buku, catatan pribadi, dokumen peradilan hingga pernyataan publik yang berasal dari koleksi pustaka AJI Yogya, LBH Yogya, Lembaga Pembela Hukum (LPH) Yogyakarta, Koalisi Masyarakat Untuk Udin (K@MU), kliping berita Harian BERNAS dan media massa lainnya, serta koleksi sejumlah individu.

Proyek rekaman digital ini terdiri dari dua bentuk: (1) seri informasi kronologis peristiwa pembunuhan Udin hingga advokasi hukum dan sosialnya, sejak 1996 hingga 2020: berupa catatan pendek peristiwa utama, lampiran foto/teks berita, dokumen legal dan laporan tahunan organisasi, (2) peta digital lokasi-lokasi bersejarah yang terkait peristiwa, advokasi hukum dan advokasi sosial kasus Udin, sebagai petunjuk untuk riset akademik terkait sejarah jurnalisme dan alternatif model kampanye sosial anti-kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia.

Peta Lokasi Bersejarah Kasus Udin

Peta digital lokasi bersejarah terkait peristiwa dan advokasi hukum/sosial kasus pembunuhan Fuad Muhammad Syafrudin di DIY (Udin historic trails/sites in Yogyakarta).

'Menolak lupa' adalah slogan yang dikumandangkan para aktifis sosial dan jurnalis sejak tahun 2010 saat peringatan kematian Udin. Dalam upaya merawat memori publik ini, maka sebuah peta digital kami tawarkan bagi siapa saja yang ingin napak tilas kasus Udin sejak 1996 hingga 2020. Terdapat sedikitnya 12 lokasi penting di Bantul, kota Yogyakarta dan Sleman yang bisa kita kunjungi secara virtual lewat platform ini atau secara langsung jika anda sedang di Yogyakarta. Tempat tempat ini menjadi saksi perjalanan historis kasus Udin yang tak kunjung tuntas, sekaligus bisa menjadi materi sejarah tentang lemahnya tanggungjawab negara terhadap perlindungan jurnalis. Selamat berselancar.